17/05/18

Pengertian, Syarat Wajib, dan Syarat Sah Puasa Ramadhan

Penulis saat ceramah Tarawih di Masjid Al-Muhtadin.
Pengertian Puasa

Pada bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk mengerjakan puasa selama sebulan penuh. Hukumnya fardhu ‘ain (kewajiban perseorangan) atas setiap Muslim yang sudah mukallaf atau sudah baligh dan berakal.

Secara bahasa, puasa berasal dari bahasa Arab, “shaumu” yang artinya menahan dari segala sesuatu. Sedang menurut syariat Islam, puasa adalah meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat tertentu.

08/05/18

Tawakal dan Jalan Rezeki

Kedaulatan Rakyat, 27 April 2018.
Tawakal atau memasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt. sangat erat kaitannya dengan jalan rezeki bagi seorang hamba. Dalam hal ini, marilah kita cermati sabda Rasulullah Saw. berikut:

“Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, Dia memberimu rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Mereka berangkat pagi-pagi dengan perut lapar, dan pulang pada sore hari dengan perut kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Berdasarkan hadits tersebut, ada tiga pelajaran penting yang dapat kita petik. Pertama, pentingnya bertawakal dengan sebenarnya. Yakni, keyakinan yang kuat kepada Allah Yang Mahakuasa. Keyakinan yang menyandarkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Mengatur dan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Keyakinan yang demikian berbanding lurus dengan keberhasilan. Bukankah dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

20/04/18

Pendidikan Tidak Hanya Mengembangkan Kecerdasan Intelektual

Masjid Al-Muhtadin, Perum Purwomartani Baru,
 Kalasan, Sleman.
Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang sangat penting untuk dikembangkan dalam diri manusia. Ketiganya merupakan karunia Tuhan yang tidak boleh diabaikan agar manusia dapat menjalani dan menikmati kehidupannya dengan baik.

Akan tetapi, hal yang jangan sampai terjadi adalah mengembangkan kecerdasan yang satu, namun mengabaikan kecerdasan yang lainnya. Misalnya, sebagian orangtua dan para guru merasa bangga bila anak-anak mencapai prestasi yang baik dalam kecerdasan intelektualnya; dan seakan lupa bahwa masih ada kewajiban untuk mengembangkan kecerdasan yang lainnya dalam diri anak, yakni kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

11/04/18

Pendidikan Karakter Berbasis Agama

Santri membaca buku cerita berbasis agama.
Foto: Akhmad Muhaimin Azzet.
Nilai-nilai dari agama yang universal sesungguhnya dapat dijadikan dasar dalam pendidikan karakter. Misalnya, nilai kejujuran, saling menghormati, tanggung jawab, kerja keras, semangat untuk membantu, pemurah, membela orang yang lemah, menegakkan keadilan, sikap ksatria, atau teguh memegang amanah.

Mengenai nilai-nilai dari agama yang universal dapat dijadikan dasar dalam pendidikan karakter, ada pula yang tidak sepakat. Pendapat yang tidak sepakat ini berangkat dari sebuah pemikiran bahwa dalam kehidupan yang majemuk sebagaimana di Indonesia sama sekali tidak bisa melandaskan pendidikan karakter pada nilai-nilai agama. Bila hal ini dilakukan maka akan ada hegemoni agama yang dipeluk oleh mayoritas kepada orang-orang yang memeluk agama ninoritas.

03/04/18

Doa Agar Dikaruniai Anak yang Baik

Penulis menggendong Husna masih bayi.
Di dalam al-Qur’an, Allah Swt. berfirman mengenai doa Nabi Zakariya ‘alaihis salam sebagai berikut:

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Ali ‘Imran: 38).

Setelah berdoa sebagaimana tersebut, dalam ayat berikutnya diceritakan bahwa Nabi Zakariya didatangi Malaikat Jibril ‘alaihis salam, mengabarkan bahwa Allah Swt. mengabulkan doanya.